Transjakarta T31 dan Shelter PIK 2

Perjalananku kali ini menggunakan bus 📌Transjakarta T31, jurusan Blok M-PIK 2!

Sebetulnya aku udah cukup lama penasaran sama rute ini. Dari sebelum rute busnya rilis (aku lihat dari tweet Busway Fans Club), aku udah excited. Tulisan yang di-tweet di pertengahan Mei 2025 itu, aku tunggu kelanjutannya sampai muncullah pengumuman resmi yang dirilis pihak Transjakarta (aku lihat via Twitter/X TJ), seminggu setelahnya. Aku gak langsung nyoba, aku lihat dulu review dari "pegiat" transum kayak Jaki Maulana dan kontributor FDTJ - Transport for Jakarta. Menurutku, rute ini keren sih—jauh banget, menghubungkan akses dari/ke PIK 2 yang tadinya kurang aksesibel via transportasi umum, dan potensial buat semua kalangan: semua orang jadi bisa ke PIK 2. Enaknya lagi, dari sudut pandang aku sebagai calon penumpang, titik awalnya tuh di Blok M, di mana rute-rute lain juga banyak yang berujung di sini (jadi penumpang transfer di Blok M Hub)—dan kalaupun penumpang nggak transfer dari rute lainnya, gapapa juga, mungkin aja emang ada orang yang sengaja naik dari Blok M yang rame terus ini.😊

Oke, sekarang masuk ke pengalamanku sebagai penumpang Transjakarta T31 ini, ya. 28 Juni 2025, aku tiba di Terminal/Blok M Hub sekitar pukul 14.30, transfer dari bus non-BRT Transjakarta lain yang berhenti di sana. Waktu aku pindah ke koridor tempat tunggu TJ T31 (koridor 5), penumpang yang nunggu gak begitu rame, mungkin cuma ada sekitar 5 orang. Aku belum tau headway bus ini seberapa sering, atau bus yang beroperasi tuh banyak atau nggak. Biasanya, aku bisa cek lokasi GPS bus dengan rute yang aku mau di Google Maps atau aplikasi TJ:Transjakarta, tapi bus ini kayaknya belum terkoneksi deh. Agak aneh, sih, soalnya rute baru lainnya yang jaraknya jauh juga kayak P11 (Blok M-Bogor) atau S61 (Blok M-Alam Sutera) aja bisa ditrack GPSnya.

Setelah nunggu sekitar 10 menitan, calon penumpang lainnya mulai berdatangan. Di tulisan lain yang pernah aku baca, rute P11 itu orang-orangnya tertib, baris di koridor jadi pas masuk busnya gak grasak-grusuk, sesuai sama urutan antrenya, dan diusahakan orang-orangnya dapet duduk semua karena perjalanannya jauh banget (capek kalau berdiri). Nah, di T31 yang aku alamin nggak begini. Orang-orang yang baru dateng sekitar 10 menitan setelah aku nunggu itu, tiba-tiba bikin antrean sendiri, di depan calon penumpang lain yang udah dateng sebelumnya (duduk di bangku koridor). Mungkin, di pengalamanku aja ada kejadian "diselak" kayak gini, mungkin juga habit penumpangnya belum kebentuk, mungkin...

Suasana antrean TJ T31
Suasana antrean TJ T31

Bus datang setelah 15 menit aku nunggu di koridor 5. Busnya warna putih dan besar, sama kayak bus Transjakarta NBRT buat transjabodetabek lainnya. Sayangnya, begitu masuk, gak semua penumpang dapet duduk. Aku kira bakal ada petugas yang batasin penumpang biar kebagian duduk semua, tapi ini nggak. Mungkin gak semua orang akan turun di PIK 2 kali ya.. (tapi kalo gak ke PIK, kenapa naik yang ini?🤔). Lanjut, bus berangkat dari Blok M pukul 14.48.

Berikut titik pemberhentian rute Transjakarta T31:
Rute T31 versi lama (awal rilis)
Rute T31 versi lama (awal rilis)
Rute T31 versi baru (per 20 Juni 2025)
Rute T31 versi baru (per 20 Juni 2025)
Rute perjalanan TJ T31 versi map
Rute perjalanan TJ T31 versi map, kalau kalian mau tau sejauh apa 😁

Sesuai rute keberangkatan, pemberhentian bus selanjutnya adalah ASEAN (CSW). Dari bus stop area Jakarta (ASEAN-Petamburan), penumpang yang naik cukup banyak. Yang tadinya dari Blok M udah ada penumpang yang gak dapet duduk, sekarang jadi makin banyak. Walaupun begitu, aku perhatiin di sini penumpang yang naik tuh beragam, kayak mau ke tempat wisata. Ada keluarga yang bawa anaknya, ada kakek-nenek yang mau jalan-jalan ke PIK, ada muda-mudi dengan aksen daerah yang keliatannya excited sama perjalanan ini, karena mereka sibuk foto-foto dan bikin video selama di bus. Seru.

Di luar hujan, busnya rame.

Berangkat belum terlalu sore dari Jakarta, pikirku ga akan macet kalau pergi ke arah luar Jakarta. Di perjalananku ini, dari Blok M sampai Petamburan itu jalanan lancar, apalagi ketika masuk tol Slipi, rasanya langsung jauh lebih cepet. Mulai masuk daerah Penjaringan, setelahnya itu macet lumayan panjang di tol. Cukup makan waktu, tapi kami—aku dan penumpang lainnya—berhasil sampai di PIK 1 (sekitaran PIK Avenue dan Tzu Chi) pukul 16.12. Kami lanjut nyebrang, nyebrang, dan nyebrang melewati beberapa pulau reklamasi (kalau info webnya sedayuindocity sih, namanya Golf Island dan Riverwalk Island) hingga sampai di area PIK 2. PIK 2 ini udah masuk ke daerahnya Kabupaten Tangerang, loh!

Touchdown PIK 1!

Nyebrang ke PIK 2

Dari arah berangkat (Jakarta), bus stop terdekat di PIK 2 itu ada di Pantai Pasir Putih, dan setelahnya Thamrin CBD. Di antara Pantai Pasir Putih dan Thamrin CBD, ga ada bus stop lagi, padahal di arah balik tuh ada beberapa bus stop (Aloha, Pantai Pasir Putih 1, dan Marketing Gallery/Land's End). Lebih banyak bus stop di pesisir, mungkin karena lebih banyak tempat wisatanya juga ya. Selain itu, nyebrang di jalannya tuh serem, cuma ada 1 zebra-cross antara halte Pantai Pasir Putih (dari arah Jakarta) dan halte Pantai Pasir Putih 1 (dari arah PIK 2). Belum ada JPO.

Di rute T31 ini, busnya membawa penumpang "muterin" PIK 2 ke arah barat dulu melewati beberapa kompleks perumahan dan objek wisata, seperti Dragon Point dan La Riviera, tapi dari arah berangkat bus stopnya cuma ada di Springville dan Tokyo Riverside. Aku sampai di pemberhentian paling ujung—Shelter PIK 2, pukul 16.48. Tepat 2 jam perjalanan. Capeknya berasa walaupun aku kebagian duduk, tapi gakpapa karena pas sampe PIK 2 ini suasananya cukup enak, mendung dan banyak angin.

Aku, di Shelter PIK 2
Aku, di Shelter PIK 2
Tampak luar shelter
Tampak luar shelter

Dari tempat aku turun di Shelter PIK 2, banyak penumpang yang langsung transit, naik lagi ke bus TJ T31 di depan yang mau ke arah balik. Mungkin mereka mau main ke tempat wisata yang ada di pesisir, yang belum ada halte dari arah berangkatnya tadi.

---

Shelter PIK 2

Shelternya bersih, rapi, keliatannya cukup lega untuk naik-turun penumpang shuttle bus dan Transjakarta. Waktu aku ke sini, keberangkatan busnya sesuai dengan jadwal. Petugas yang stand-by pun ramah kalau mau nanya-nanya.

Interior Shelter PIK 2
Interior Shelter PIK 2

Ada lahan parkir untuk mobil dan motor di outdoor bagian belakang shelter. Di seberang bangunan shelter, ada bangunan yang isinya musholla, toilet, ruang tunggu petugas & pramudi, dan ruang tunggu untuk penumpang. Musholla ada di bagian tengah bangunan, cukup luas untuk ukuran shelter yang mungil ini, tapi menurutku flow untuk penggunanya agak aneh, karena jamaah laki-laki masuk ke musholla lewat pintu dari ruang wudhu perempuan (mungkin karena pintu musholla dari ruang wudhu laki-laki terkunci😐).

Di samping kanan musholla, ada ruang tunggu petugas dan toilet. Toilet perempuan ada di bagian paling belakang, toilet laki-laki di bagian tengah, dan di depan ruang tunggu petugas. Saranku, mungkin bisa ditambah rak sepatu di depan supaya lebih rapi, karena orang-orang yang mau ke musholla dan toilet pada lepas alas kaki di depan bangunan.

Ruang Tunggu Petugas & Pramudi
Ruang Tunggu Petugas & Pramudi

Ruang tunggu penumpang ada di bagian samping kiri, sebelah musholla. Ruangan ini semi-outdoor jadi gak harus lepas sepatu kalau mau duduk-duduk di sini. Ada satu bangku panjang di ujung ruang tunggu dan satu stop kontak yang kayaknya bebas digunakan.

Secara objektif, shelter dan fasilitas di sini bagus, tapi ya sesuai fungsi aja sebagai shelter bus. Jujur aja, di shelter ini belum ada apa-apa, bukan hub kayak di Blok M yang begitu turun ada banyak tempat yang bisa dikunjungi. Mungkin karena baru, atau masih difokuskan buat naik-turun, transit-transfer penumpang aja, soalnya kayaknya ada juga shuttle bus developer PIK 2 yang berhenti di sini.

Comments

Post a Comment

Popular Posts